Jakarta. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan optimistis implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi besar meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
"Insya Allah, kegiatan MBG ini juga punya potensi yang besar untuk menaikkan taraf hidup masyarakat desa," ujar Mendes PDT, Selasa (17/3/2026).
Lebih lanjut, Mendes Yandri menjelaskan MBG berpotensi besar meningkatkan taraf hidup masyarakat desa karena keberadaan program tersebut meningkatkan produktivitas dan peningkatan perekonomian desa melalui desa tematik yang menjadi penyuplai bahan makanan MBG.
Diketahui, perwujudan desa tematik ditujukan untuk mengoptimalkan pengembangan serta pembangunan desa, sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Contohnya, desa dengan potensi ikan nila akan dikembangkan menjadi desa penghasil ikan nila.
"Desa ayam petelur, desa jagung, desa ikan lele, ikan nila, desa ayam pedaging itu muncul sekarang melalui program ketahanan pangan yang kami programkan tahun kemarin, tahun 2025 yaitu 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan. Nah, artinya efek positif dari MBG ini sangat besar," jelas Mendes PDT.
Selain itu, Mendes Yandri mengungkapkan pula bahwa implementasi Program MBG mampu mengatasi permasalahan kekurangan gizi di desa-desa. Berkat beragam dampak positif itu, Mendes Yandri menyampaikan bahwa banyak warga desa yang berterima kasih atas kehadiran Program MBG.
Hal itu pun, kata dia, menunjukkan bahwa permintaan untuk menghentikan Program MBG merupakan hal yang keliru.
"Banyak warga desa itu memang secara gizi belum layak. Mereka jarang makan telur, jarang makan ayam, jarang makan (makanan dengan) gizi yang diperlukan, asupannya kurang. Nah, dengan adanya MBG ini mereka sangat berterima kasih. Jadi, keliru kalau (ada) para pihak meminta MBG itu dihentikan, justru ini mesti kita dukung," ujarnya.
(Red)
